Sebagian besar obat yang kita lihat sekarang dikemas dalam kotak. Saat Anda membuka kotak, Anda akan melihat tablet dikemas dengan aluminium foil berlaminasi PVC atau PET. Beberapa obat juga akan membungkus seluruh cangkang dengan aluminium foil, seperti blister. Jadi, mengapa memilih aluminium foil untuk mengemas obat?
Artikel ini akan memperkenalkan Anda pada peran blister foil dalam melindungi kualitas obat.
Apa itu Blister Foil?
Blister foiladalah komponen kunci dari kemasan blister, yang biasanya terdiri dari lapisan aluminium foil. Blister foil sering dilaminasi dengan lapisan plastik atau kertas untuk menyegel tablet dan kapsul dalam kemasan blister. Blister foil adalah segel yang aman dan dapat mencegah kontaminasi.
Sebagai jenis khusus aluminium foil farmasi, blister foil memiliki persyaratan untuk kemurnian, ketebalan, kualitas permukaan, karakteristik, dan sifat penyegelan panas dibandingkan dengan aluminium foil biasa. Standar spesifiknya adalah sebagai berikut:
| Nama Standar | Detail |
| Kemurnian | Kemurnian kemasan blister farmasi foil harus memenuhi persyaratan kemurnian standar, seperti kandungan aluminium tidak kurang dari 99,5%, kandungan besi tidak lebih dari 0,25%, dan kandungan silikon tidak lebih dari 0,4%. |
| Ketebalan | Ketebalan blister foil umumnya 0,020 mm hingga 0,045 mm. Secara internasional, European Pharmacopoeia menetapkan bahwa ketebalan aluminium foil umumnya 0,020 mm hingga 0,060 mm, sedangkan United States Pharmacopoeia menetapkan rentang yang lebih sempit yaitu 0,020 mm hingga 0,025 mm. |
| Permukaan | Permukaan aluminium foil farmasi harus rata dan halus, tanpa goresan, penyok, atau bintik oksidasi yang jelas. Kerataan permukaan umumnya tidak melebihi 0,005 mm, dan hasil akhir permukaan tidak kurang dari Ra 0,6. |
| Ketahanan Korosi | Aluminium foil farmasi harus memiliki ketahanan korosi yang baik untuk menghindari reaksi kimia yang berbahaya saat bersentuhan dengan obat-obatan. Persyaratan khusus termasuk bahwa reaksi dengan obat asam dan basa tidak boleh menghasilkan perubahan bau atau warna yang tidak normal dan tidak boleh larut dalam obat-obatan. |
| Higroskopisitas | Laju penyerapan kelembaban aluminium foil obat umumnya tidak boleh melebihi 0,5% untuk menghindari efek buruk pada kualitas dan stabilitas obat. |
| Kemampuan Antibakteri | Blister aluminium foil harus memiliki kemampuan antibakteri yang baik untuk memastikan sterilitas obat. Standar mengharuskan bahwa jumlah bakteri total tidak boleh melebihi 10 CFU/g dan tidak boleh mengandung mikroorganisme dari lingkungan eksternal. |
| Segel Panas | Segel panas yang baik dapat mencegah obat terkontaminasi dan rusak oleh lingkungan eksternal selama penyimpanan dan transportasi. Kekuatan segel harus lebih besar dari 12 N/15 mm sehingga kantong aluminium foil obat tidak akan pecah atau bocor saat terkena gaya eksternal tertentu. |
| Ketahanan Panas | Foil obat harus memiliki ketahanan panas yang baik dan mampu menahan sterilisasi suhu tinggi dan proses perawatan lainnya. Pada saat yang sama, kinerja retensi kelembabannya juga sangat penting, yang dapat mencegah penguapan dan penyerapan air dalam obat dan memastikan kualitas dan stabilitas obat. |
Mengapa menggunakan Kemasan Blister Aluminium Foil?
(1) Sifat Penghalang yang Sangat Baik
- Tahan lembab dan tahan lembab: Aluminium foil adalah bahan tahan air yang dapat mencegah obat rusak oleh kelembaban. Ini sangat penting untuk banyak obat yang rentan terhadap kelembaban, seperti kapsul, tablet effervescent, tablet salut selaput, dll. Setelah terkena kelembaban, khasiat obat akan berkurang, dan bahkan dapat memburuk dan berjamur.
- Anti-oksidasi: Kemasan aluminium foil dapat mengurangi kontak oksigen, sehingga mengurangi risiko oksidasi obat. Dengan mengisolasi oksigen untuk memperlambat laju oksidasi obat, seperti tablet vitamin C, koenzim Q10 dan obat lain yang mudah teroksidasi, mereka dapat disimpan dengan cara ini.
- Tahan cahaya: Aluminium foil juga memiliki sifat pelindung cahaya yang baik, yang dapat melindungi obat yang peka terhadap cahaya dari kerusakan akibat sinar ultraviolet. Misalnya, obat-obatan seperti tablet nifedipine dan tablet klorpromazin hidroklorida yang perlu disimpan di tempat yang sejuk dapat dikemas dalam aluminium foil untuk memastikan bahwa mereka tidak terpengaruh oleh cahaya selama penyimpanan.
(2) Lindungi Kualitas Obat
- Perpanjang umur simpan: Kemasan aluminium foil dapat menunda interaksi antara obat dan lingkungan eksternal, sehingga memperpanjang umur simpan obat.
- Pertahankan bahan aktif: Kemasan aluminium foil mempertahankan bahan aktif dan khasiat obat, mencegahnya membusuk atau memburuk selama penyimpanan.
(3) Mudah Digunakan
- Mudah diproduksi dan dibongkar: Aluminium foil memiliki sifat kalender yang baik dan mudah diproduksi dan dibongkar. Saat meminum obat, pasien dapat dengan mudah merobek kemasan aluminium foil untuk mengeluarkan tablet.
- Desain yang manusiawi: Papan obat aluminium foil mengadopsi desain yang manusiawi, seperti desain dengan alur di tengah untuk mencegah tablet hancur dan pada saat yang sama memfasilitasi pasien untuk membagi dan menghitung obat.
(4) Keamanan Dan Kebersihan
- Antibakteri: Permukaan aluminium foil relatif halus dan tidak mudah membawa bakteri.
- Anti-pemalsuan: Kemasan aluminium foil juga dapat digunakan untuk kemasan anti-pemalsuan, memastikan keaslian dan keamanan obat melalui teknologi dan logo pencetakan tertentu.
(5) Kemampuan Cetak yang Baik
- Keindahan: Aluminium foil medis memiliki kemampuan cetak yang baik, dan teks atau pola dari berbagai warna dapat dicetak pada sisi mengkilap dan gelap dari foil.
Komposisi dan Jenis Bahan Blister Foil
(1) Komposisi Blister Foil
- Aluminium foil: Aluminium foil adalah bagian terpenting dari blister foil dan biasanya digunakan sebagai bahan lapisan dalam. Ia memiliki sifat tahan lembab, tahan cahaya, dan anti-oksidasi yang sangat baik.
- Polyester: Blister aluminium foil sering dilaminasi dengan bahan poliester, seperti AL/PVC, AL/PVDC, AL/PET. AL/PVC sering digunakan dalam kemasan blister biasa, yang mudah dibentuk dan berbiaya rendah. AL/PVDC memiliki sifat penghalang yang lebih kuat dan cocok untuk produk dengan ketahanan kelembaban tinggi. AL/PET transparan dan kuat, serta memiliki kemampuan cetak yang baik.
- Kertas: Beberapa kemasan blister juga dilaminasi dengan kertas, yang dapat meningkatkan kekuatan kemasan dan mencegah aluminium foil atau plastik robek.
(2) Jenis Blister Foil
- Kemasan blister tradisional terbuat dari bahan poliester dan aluminium foil. Jenis ini banyak digunakan untuk tablet, kapsul, permen, dan kemasan cokelat.
- Kemasan blister termoform adalah metode pengemasan yang memanaskan lembaran plastik hingga suhu tertentu untuk membentuk blister dalam cetakan. Aluminium foil atau film plastik akan disegel panas pada blister. Umumnya digunakan dalam kemasan farmasi: misalnya memasukkan satu tablet atau kapsul ke dalam blister kecil.
- Kemasan blister cold-formed adalah metode pengemasan yang dibentuk tanpa pemanasan dan biasanya terbuat dari bahan PVC. Metode pengemasan ini memiliki transparansi yang baik. Kosmetik umum dalam bahasa Inggris: seperti masker wajah yang dikemas secara individual, lipstik, dll.


